Asem,
lalu sekarang aku harus marah pada siapa?
Berantakan,
seperti sebelum-sebelumnya sebenarnya, tapi yang ini parah sekali. Dimulai dari
tugas yang mentok deadline hari ini banyak sekali, dan sama-sama tak aku sukai.
Tentu saja aku sudah berusaha mengerjakan sejak hari kemarin tapi force
majeure datang. Jadi sang PC padam sebelum sempat kutekan ctrl +S dan
sukses semua yang ku usahakan berjam-jam menghilang, menyisakan satu
paragraf pengantar. Dan ketika bangun dari tidur yang tanpa mimpi
aku cuma bisa merem melek kebingungan. Ah! Masih untung kan tidak mengulang
dari awal :[
Lalu aku
ingat janji pagi ini, setidaknya meskipun hidupku berantakan aku tetap amanah,
keren amatkan men :3 Jadilah, aku datang sangat awal, 6.30 a.m. tiba diarea
kampus, bukan demi tugas yang terbengkalai tapi demi janji yang terlanjur
kubuat semalam.
Mampir
ambil berkas yang sudah siap sejak semalam serta daftar sasaran. Dan malang,
aku memang benci ditunggu tapi bukan berarti mau menunggu kan ya :o SMS tak
dibalas dan di sana, dosen luar biasa on
time itu mendekat. Well, i just
waste my time by waiting! Lalu kelas berlalu dan aku buru-buru, ah!
Menemukan
orang baik yang sebelumnya tak pernah sempat kau pikir bisa membantumu itu luar
biasa istimewa. Apalagi dia datang ketika kau sedang dikejar-kejar deadline
yang maha keras, dan dua orang sekaligus kutemui hari ini. Oke, sedikit lagi
yang kubutuhkan dan beres. Tugas pertama beres, amanah sudah ku cicil beberapa,
dan aku sempat mendapat donat coklat. Sungguh bahagia itu sederhana :D
8.50
a.m. Sedikit lagi, aku masih punya sepuluh menit untuk menuntaskan salah satu
kerjaan hari ini, tentu saja bukan mengejar deadline tugas yang tak kenal
waktu, tak akan seproduktif itu. Maka aku memutuskan untuk menyelesaikan
titipan mencari responden. 1 message recevied! Seorang kawan yang kucari-cari
sejak pagi tadi, ku bilang posisiku dan bermaksud ketempatnya berada. Loading....... Dan baru semenit aku
duduk dikelas yang baru dimulai kembali pesannya mengabarkan dimana dia, demi
tuhan!
Seharusnya
bilang saja kan kalau tak ingin? Apa sulitnya mengatakan tak punya waktu
daripada mempermainkan pagiku? Dan dimulailah review hariku, terlalu dini tentu. Aku sudah mengesampingkan duapuluh
menit ku agar tidak ditunggu, merelakan lagi sepuluh menitku untuk menunggu
konfirmasi itu, sayang belum tiba masanya. Dan kelas keduaku cukup menyenangkan
untuk sekedar kutinggalkan. Let’s join the class and forget them.
11.00
a.m. Dan deadline jurnal akuntansi menanti beberapa centi lagi. Sekali lagi
mengingat serangkaian alur yang kusaji pagi ini, betapa dosen auditku selalu
benar. Maka bersikaplah skeptis, percayalah pada orang lain tapi jangan percaya
atau nanti kecewa. Lalu sekarang aku harus bagaimana? Sepertinya aku sudah
mulai biasa berada dalam posisi ini, ya kan ya?
Begitu
salam terdengar aku langsung berlalu keluar, menuju gedung diseberang sana,
melupakan beberapa waktuku yang sudah kubuang pagi ini lalu ingat tugasku. Butuh
lima belas menit, dan aku tak lagi peduli pada setiap orang yang coba
menghubungiku. Sebodoamat dengan semua orang. It’s my time, whatever you want,
do i look care?
Salam,
Semoga
aku masih terpuji
Tidak ada komentar:
Posting Komentar