Hari ini aku
teringat lagi celetuk ringan seorang kawan. Ya masih dalam topik yang tidak
jauh-jauh dari status seorang single tentu saja, tentang pasangan. Sebenarnya
ini cerita lalu yang tersisa dari puncak Sindoro sana. Dia bilang
aku harus dapat pacar seorang pejuang alam yang punya hobi naik gunung
sepertiku. Jadi kelak bisa sama-sama berada di atas menikmati awan dari sudut
yang begitu dekat dengan tuhan. Tapi entahlah, aku justru merasa keberatan jika
hal itu benar-benar harus kuterima, anehnya!
Seringkali kupikir
aku merasa beruntung telah mengenalmu jauh-jauh hari sebelum pertama kalinya
aku menjejakkan kakiku di tanah Kenteng Songo Merbabu setahun lalu. Setidaknya
kamu menjadi alasan tepat bahwa harmonisasi itu membuat hidup terasa sempurna.
Semoga begitulah kita. Aku menyintai alam dengan belajar menyatu dengannya dan
kamu melakukan hal yang sama dengan caramu yang berbeda.
Aku tak mau terlalu
memedulikan apa kata orang tentang perbedaan kita asal aku nyaman dan kamu
bahagia, toh ini tentang kita yang aku harapkan mekar dimasa depan. Untuk
sekarang, bukan waktunya memikirkan sekitar. Karena ku pikir hanya akan
menghambat kesenangan-kesenangan yang ingin coba kuresapi dengan sempurna.
Begitupun kamu, teruslah berkarya, tetaplah nikmati duniamu yang istimewa.
Kelak kita akan sama-sama tau jika tepat waktunya.
AMIIN..
BalasHapus