Sekedar celoteh sambil lalu, diketik pas malam-malam, sambil ngemil dan begadang. Jangan terlalu dalam dipikirkan, jangan bawa-bawa perasaan, jangan marah, dan salam sayang.

Selasa, 15 Januari 2013

Merah Putih

Merah Putih,
Kau angkuh, berdiri tegak menantang langit saat ia terang memancar terik
Apa kau pikir semua baik-baik saja?
Seperti nenek bilang bumimu bersahaja, asri di bawah khatulistiwa

Merah Putih,
Sekali ini, kenapa kau merapuh?
Semudah itu berkibar membumbung awan, tanpa peduli arah gelombang
Bahkan si bayu dengan mudah menguasai arahmu

Merah Putih,
Aku darahmu, yang mungkin belum kau sadari hadirnya
Tapi yakinlah, suatu saat nanti kau haru
Atau setidaknya saat ini kau tau namaku
Ya kan?

Merah Putih,
Aku bisa membawa terbang ke negeri di atas awan
Aku bisa membuatmu berkibar bersama langkah-langkah para pembelajar
Tapi satu kelemahanku, kau selalu lebih dekat dengan Tuhanku

Merah Putih,
Dua puluh tahun berlalu,
Teruslah berdo'a untuk setiap mimpi, cita-cita, dan cinta kita berdua
Semesta mengamini.



2 komentar:

  1. kuwi hormat nandi ma? di lapangan denggung kah :p
    tapi keren puisi nya !!

    BalasHapus