pernah
ku berkhayal
seandainya
aku lahir sebagai penyihir
yang
bisa seenaknya mengucap 'simsalabim'
dan aku masuk ke masa-masa sulit hidupmu
atau mungkin bertemankan sang doraemon
dan aku masuk ke masa-masa sulit hidupmu
atau mungkin bertemankan sang doraemon
tak mungkin aku ada dititik ini
dimana asaku tak mampu mengubah dunia
dimana do'aku hanya rutinitas penentram jiwa
bukan ku membenci masalalu
aku hanya benci diriku
yang terlalu sibuk terkukung tempurung
tenggelam dalam dunia egois yang semu
hingga waktu menari-nari sekehendak hati
melenggang, meninggalkanku
dimana asaku tak mampu mengubah dunia
dimana do'aku hanya rutinitas penentram jiwa
bukan ku membenci masalalu
aku hanya benci diriku
yang terlalu sibuk terkukung tempurung
tenggelam dalam dunia egois yang semu
hingga waktu menari-nari sekehendak hati
melenggang, meninggalkanku
tanpa pesan
salahku jika kau membenciku
yang tak pernah sempat menolehmu
salahku jika kau membenciku
yang acuh pada goresan cerita tentangmu
salahku jika kau membenciku
yang bahkan tak sedetikpun mengenangmu
ya, ini salahku
dan sekarang
bagaimana aku bisa menyalahkan waktu?
dia terlalu setia mengiringi langkahku
bagaimana aku bisa menyalahkan masa lalu?
karena aku yang dulu pergi
menjaga jarak demi zona nyamanku
salahku jika kau membenciku
yang tak pernah sempat menolehmu
salahku jika kau membenciku
yang acuh pada goresan cerita tentangmu
salahku jika kau membenciku
yang bahkan tak sedetikpun mengenangmu
ya, ini salahku
dan sekarang
bagaimana aku bisa menyalahkan waktu?
dia terlalu setia mengiringi langkahku
bagaimana aku bisa menyalahkan masa lalu?
karena aku yang dulu pergi
menjaga jarak demi zona nyamanku
dan sakit itu semakin menyiksa
saat kusadari betapa kau selalu benar
kau benar dengan caramu yang sederhana,
aku terlalu sibuk dengan mimpiku
terobsesi pada ide gila masa kecilku
hingga ku lupa
dan bahkan pura-pura lupa
pada mimpi kecilmu
yang melambungkan rasa, mengikis asa mengacuhkan luka
sekali lagi salahku
hingga kamu percaya pada seorang pengecut
yang tak mau menolehmu
saat kusadari betapa kau selalu benar
kau benar dengan caramu yang sederhana,
aku terlalu sibuk dengan mimpiku
terobsesi pada ide gila masa kecilku
hingga ku lupa
dan bahkan pura-pura lupa
pada mimpi kecilmu
yang melambungkan rasa, mengikis asa mengacuhkan luka
sekali lagi salahku
hingga kamu percaya pada seorang pengecut
yang tak mau menolehmu
cieeh.. ngengat galauuh :D
BalasHapusxixixixixixi <- alay
Hapus