Sekedar celoteh sambil lalu, diketik pas malam-malam, sambil ngemil dan begadang. Jangan terlalu dalam dipikirkan, jangan bawa-bawa perasaan, jangan marah, dan salam sayang.

Kamis, 26 April 2012

---



pernah ku berkhayal
seandainya aku lahir sebagai penyihir
yang bisa seenaknya mengucap 'simsalabim'
dan aku masuk ke masa-masa sulit hidupmu

atau mungkin bertemankan sang doraemon
dengan sejuta kebaikan kantong ajaibnya
dan aku kan kembali ke zona ekstrimmu


tentu, pasti...
tak mungkin aku ada dititik ini
dimana asaku tak mampu mengubah dunia
dimana do'aku hanya rutinitas penentram jiwa

bukan ku membenci masalalu
aku hanya benci diriku
yang terlalu sibuk terkukung tempurung
tenggelam dalam dunia egois yang semu
hingga waktu menari-nari sekehendak hati
melenggang, meninggalkanku
tanpa pesan

salahku jika kau membenciku
yang tak pernah sempat menolehmu
salahku jika kau membenciku
yang acuh pada goresan cerita tentangmu
salahku jika kau membenciku
yang bahkan tak sedetikpun mengenangmu
ya, ini salahku

dan sekarang
bagaimana aku bisa menyalahkan waktu?
dia terlalu setia mengiringi langkahku

bagaimana aku bisa menyalahkan masa lalu?
karena aku yang dulu pergi
menjaga jarak demi zona nyamanku




dan sakit itu semakin menyiksa
saat kusadari betapa kau selalu benar
kau benar dengan caramu yang sederhana,
aku terlalu sibuk dengan mimpiku
terobsesi pada ide gila masa kecilku
hingga ku lupa
dan bahkan pura-pura lupa
pada mimpi kecilmu
yang melambungkan rasa, mengikis asa mengacuhkan luka
sekali lagi salahku
hingga kamu percaya pada seorang pengecut
yang tak mau menolehmu
Bottom of Form


2 komentar: