Jujur
merupakan satu kata yang tak asing lagi bagi hampir semua orang. Secara
sederhana, kata jujur diartikan sebagai sikap seseorang yang megungkapkan suatu
hal dengan benar sesuai dengan keadaan sebenarnya (sesuai dengan realita). Jadi,
kejujuran mengacu pada pengakuan.
Setiap manusia pasti pernah merasakan satu hal
yang berkaitan dengan kejujuran. Pernah merasa dibohongi, pernah menemukan
kejujuran dalam pengakuan oranglain, bahkan mungkin pernah melakukan kebohongan
atau berlaku jujur. Dari pengalaman-pengalaman tersebut kita menjadi tahu
bagaimana rasanya saat bersikap jujur ataupun tidak. Rasa ketika tahu kita
dibohongi atau rasa ketika menemukan sebuah kejujuran. Berbagai rasa yang
mungkin sulit untuk diungkapkan dan membuat kita menjadi sering berpikir ulang
untuk selalu jujur.
Tentu saja berlaku jujur dalam segala hal itu tidak mudah. Berbagai perasaan seperti rasa malu, takut, marah, atau hanya sekedar gengsi seringkali menghantui dan memberikan ancaman-ancaman yang membuat kita bimbang. Namun apapun alasannya, kejujuran adalah hal terbaik yang dapat kita terima dan kita ungkapkan. Meskipun kejujuran tidak selalu berakhir bahagia bahkan terkadang menyakitkan, namun perasaan tenang, pemahaman, pengertian, dan penghargaan akan mengiringi pada akhirnya. Dan hal tersebut akan berujung pada kepercayaan oranglain pada diri kita.
Kepercayaan
merupakan satu hal yang riskan dan harus kita jaga. Sekali kita bohong
oranglain tak akan percaya kepada kita seperti sebelumnya. Ambil contoh, jika
sekali kita ketahuan menyontek saat ujian, pengawas akan cenderung ketat saat
mengawasi kita. Bahkan terkadang berbohong untuk bercanda saja dapat secara
tidak langsung melunturkan kepercayaan orang pada kita. Kalau kata A.J. PEREZ, “I
will take character over reputation. Your character is what you really are,
while your reputation is merely what others think you are.” Bersikap jujur merupakan kebiasaan yang
mencerminkan karakter kita dan akan menjadi tolak ukur kepercayaan oranglain
atas diri kita.
Oleh
karena itu, selalu bersikap jujur harus kita biasakan. Mungkin pada awalnya
akan menjadi hal yang sulit, tapi ketika telah terbiasa, tentunya kita akan
mulai berpikir dan mempertimbangkan berulang kali saat akan melakukan
kebohongan. Sesakit apapun akibatnya, kejujuran akan lebih bermakna pada
akhirnya, meskipun harus melalui proses pemahaman yang lama. Karena pada dasarnya, kebenaran
selalu menjadi argumen yang paling kuat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar