Sekedar celoteh sambil lalu, diketik pas malam-malam, sambil ngemil dan begadang. Jangan terlalu dalam dipikirkan, jangan bawa-bawa perasaan, jangan marah, dan salam sayang.

Senin, 05 November 2012

JUJUR, SEBUAH SIKAP


Jujur merupakan satu kata yang tak asing lagi bagi hampir semua orang. Secara sederhana, kata jujur diartikan sebagai sikap seseorang yang megungkapkan suatu hal dengan benar sesuai dengan keadaan sebenarnya (sesuai dengan realita). Jadi, kejujuran  mengacu pada  pengakuan.


Setiap manusia pasti pernah merasakan satu hal yang berkaitan dengan kejujuran. Pernah merasa dibohongi, pernah menemukan kejujuran dalam pengakuan oranglain, bahkan mungkin pernah melakukan kebohongan atau berlaku jujur. Dari pengalaman-pengalaman tersebut kita menjadi tahu bagaimana rasanya saat bersikap jujur ataupun tidak. Rasa ketika tahu kita dibohongi atau rasa ketika menemukan sebuah kejujuran. Berbagai rasa yang mungkin sulit untuk diungkapkan dan membuat kita menjadi sering berpikir ulang untuk selalu jujur.

Tentu saja berlaku jujur dalam segala hal itu tidak mudah. Berbagai perasaan seperti rasa malu, takut, marah, atau hanya sekedar gengsi seringkali menghantui dan memberikan ancaman-ancaman yang membuat kita bimbang. Namun apapun alasannya, kejujuran adalah hal terbaik yang dapat kita terima dan kita ungkapkan. Meskipun kejujuran tidak selalu berakhir bahagia bahkan terkadang menyakitkan, namun perasaan tenang, pemahaman, pengertian, dan penghargaan akan mengiringi pada akhirnya. Dan hal tersebut akan berujung pada kepercayaan oranglain pada diri kita. 

Kepercayaan merupakan satu hal yang riskan dan harus kita jaga. Sekali kita bohong oranglain tak akan percaya kepada kita seperti sebelumnya. Ambil contoh, jika sekali kita ketahuan menyontek saat ujian, pengawas akan cenderung ketat saat mengawasi kita. Bahkan terkadang berbohong untuk bercanda saja dapat secara tidak langsung melunturkan kepercayaan orang pada kita. Kalau kata A.J. PEREZ, “I will take character over reputation. Your character is what you really are, while your reputation is merely what others think you are.” Bersikap jujur merupakan kebiasaan yang mencerminkan karakter kita dan akan menjadi tolak ukur kepercayaan oranglain atas diri kita.

Oleh karena itu, selalu bersikap jujur harus kita biasakan. Mungkin pada awalnya akan menjadi hal yang sulit, tapi ketika telah terbiasa, tentunya kita akan mulai berpikir dan mempertimbangkan berulang kali saat akan melakukan kebohongan. Sesakit apapun akibatnya, kejujuran akan lebih bermakna pada akhirnya, meskipun harus melalui proses pemahaman yang lama. Karena pada dasarnya, kebenaran selalu menjadi argumen yang paling kuat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar