Sabtu, 2 November 2013
08.00 -- PAUD
Hari ini menyenangkan, aku habisi dengan beberapa hal baru yang kupikir perlu perjuangan untuk membiasakan. Bangun pagi dalam ingatan janji akan turut dalam petualangan dunia anak cukup kuat memberi semangat. Tadinya agak sedikit enggan tapi kutimbang-timbang akan cukup menarik dan menyenangkan, maka pagi ini kurealisasi untuk datang.
Ini bukan yang pertama kalinya tentu saja. Tapi rasanya baru sekali ini benar-benar menikmati sensasinya mengenang masa lalu dengan tenggelam lagi dalam dunia anak kecil yang tak tahu betapa dunia ini begitu luas dan menyita waktu. Baru datang aku sudah bingung mau bagaimana, tak seperti yang lalu-lalu dimana psikomotorikku akan berlari tanpa diminta, dimana otakku akan terbang membumbung tanpa dipancing. Dan aku tak henti mengiraira.
Pada akhirnya ku ekori saja dua orang teman yang sudah terbiasa, membaur dalam kerumunan, berjabat tangan, kemudian tenggelam. Kupasang topeng dengan luaran luar biasa, sosok ceria yang tak tahu apa itu dunia melelahkan. Dan di sana kumulai jelajah indah bernama masa kecil.
Seorang anak kemudian menyambut dengan cerita sang polisi, dua tangan menyatu membentuk pistol lalu menembakku, dol dol dol! Yeaah, ku ikuti skenarionya dengan terjatuh, membiarkannya tertawa memenangi mangsa yang belum sempat menyesuaikan diri. Katanya dia hebat, tentu saja, aku diaa berhasil membuatku mengikutinya tanpa dia minta -_______-
Kemudian aku mulai menyelami satu-satu wajah mereka, ibu-ibu muda yang sangat bangga mengantar buah hatinya, nenek-nenek yang penuh sayang menghabiskan senjanya dengan cucu tercinta, guru-guru hebat yang siap menanti anak didiknya, dan mereka, pusat perhatian yang menjadi inti dunia sisi ini, sosok-sosok kecil yang hanya tau tertawa itu wujud bahagia, yang tak kenal lelah sampai senja menjemput hari kita.
Semakin dalam aku tenggelam dengan hal-hal kecil yang selama ini seringkali kuaacuhkan. Berdiri, menyanyi, tepuk tangan, dan menari. Sesekali bertanya, mengusik kejemuan mereka, menarik mereka dalam duniaku, dan membuat mereka bercerita, tentang dunia kecil itu, menyoal sarapan, jalan-jalan, mainan, dan kawan. Obrolan sambil lalu yang sulit kukumpulkan dalam dunia yang menyitaku selama ini. Pada akhirnya menikmati interaksi mereka dengan temannya, menyaksikan mereka bersitegang minta perhatian. Dan pada titik ini aku mulai kelabakan.
Ah ya, bagaimanapun aku bangga jadi rebutan, menjadi dibutuhkan. Yang satu minta didengarkan, yang lain minta diceritakan, yang satu lagi pesimis tak diperhatikan. Dan aku mulai bereksplorasi mencoba mengkolaborasi masing-masing kebutuhan mereka. Kemudian jadilah, mereka bercerita tak mau kalah, tak kenal lelah.
Ah ya, bagaimanapun aku bangga jadi rebutan, menjadi dibutuhkan. Yang satu minta didengarkan, yang lain minta diceritakan, yang satu lagi pesimis tak diperhatikan. Dan aku mulai bereksplorasi mencoba mengkolaborasi masing-masing kebutuhan mereka. Kemudian jadilah, mereka bercerita tak mau kalah, tak kenal lelah.
Well, bahagia itu sederhana, sesederhana sebuah tawa dalam dunia anak-anak ketika bahagia. Begitulah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar