Apa kabar masa depan?
Semoga kau baik-baik saja di sana,
di suatu masa yang tak sanggup kuangankan
Kau tau, aku merindumu sejak hari dimana dunia nampak bagiku
Ibu bilang kau begitu terang, bersinar dalam kejayaan
Ibu bilang kau bebas melenggang,
mengepakkan sayapmu terbang
Aku penasaran, dan rasa itu tak juga lekang
Aku tak kan diam maka kau cuma harus tenang,
dalam penantian
Aku percaya bagaimanapun Tuhan pasti akan mengiyakan,
Nanti, suatu saat ketika kita bertemu,
maukah kau tersenyum padaku?
Tak perlu secemerlang orang-orang besar
Namun seteduh awan-awan yang berterbangan
Sehangat seduhan kopi dikala rintik hujan menyerang
Aku datang, bersama tekad yang tak terpadamkan
Sebulat bulan di langit Pakualaman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar